Head of Design GDILab: “Berpuasa di GDILab itu Tidak Terasa”

Sumber: cdn.tmpo.co

Awal bulan Juni di tahun 2016 ini kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan. Bagi Anda yang beragama Islam, berpuasa selama sebulan menjadi momen yang sangat bermakna menuju kemenangan. Tak terkecuali bagi Fahrur Razi, Head of Design GDILab, yang Penulis wawancara beberapa waktu lalu. Head of Design yang akrab disapa Rozi ini meluangkan waktunya untuk berbagi pengalaman menjalankan puasa tahun lalu bersama tim GDILab. Simak hasil wawancara Penulis bersama Rozi di bawah ini:

Halo, Rozi, tahun ini kita dipertemukan lagi dengan bulan puasa. Sebagai Head of Design yang pernah melewati bulan puasa tahun lalu di GDILab, tradisi apa yang dilakukan di kantor GDILab setiap bulan puasa?

Halo juga. Ya, betul, bulan puasa datang lagi, dan sebagai seorang Muslim saya diwajibkan berpuasa di bulan Ramadhan ini. Berbicara mengenai tradisi bulan puasa di GDILab, saya bersyukur dapat bekerja di perusahaan yang bergerak pada bidang information technology di mana sebagian besar karyawannya masih berusia muda dan tinggal di kos dekat kantor. Hal ini membuat kekompakan terjalin secara tidak langsung seperti pada waktu sahur, berbuka puasa, hingga shalat Tarawih bersama di kantor.

Dengan kesibukan Anda sebagai Head of Design, bagaimana persiapan Anda dalam menjalankan bulan puasa agar stamina tetap terjaga dengan baik?

Tidak banyak yang dipersiapkan, karena suasana lingkungan kerja yang memang sudah asyik ditambah pekerjaan ini sesuai dengan passion saya. Dua hal ini membuat berpuasa jadi tidak terasa, tahu-tahu sudah dekat azan Maghrib. Kalau biasanya jam istirahat saya gunakan untuk makan siang, di bulan puasa lebih banyak digunakan untuk bermain foosball bersama teman-teman kantor.

Apa yang paling Anda rindukan dari bulan puasa di kantor GDILab?

Pastinya sahur, azan Maghrib, shalat berjamaah, lalu minum kopi. Semua itu dilakukan bersama-sama. Tapi, sebenarnya, semua momen di GDILab selalu berkesan dan membuat rindu, lho, baik saat berpuasa maupun tidak.

Berbicara mengenai tantangan, apa tantangan terbesar menjalankan puasa sambil bekerja menurut Anda?

Minum kopi! Setiap pagi sebelum mulai bekerja, tradisi saya adalah membuat kopi. Begitu bulan puasa, rasanya jadi agak aneh karena tidak bisa minum kopi dulu. Namun, lama kelamaan, saya jadi terbiasa juga.

Pertanyaan terakhir untuk Anda, apa pesan Anda bagi yang bekerja sambil berpuasa agar dapat menjalankan ibadah ini dengan sebaik-baiknya?

Bekerja di bulan puasa sebenarnya membantu kita untuk menjalankan puasa dengan lebih baik dan bukan sebaliknya. Hal ini dikarenakan kesibukan bekerja membuat kita lebih ikhlas berpuasa dan yang paling penting jangan terlena dengan kesibukan bekerja sampai kita meninggalkan ibadah.

Terima kasih, Rozi, telah menyempatkan waktunya untuk berbagi mengenai pengalaman Anda berpuasa bersama tim GDILab.

Sama-sama, semoga puasa tahun ini menjadi berkah bagi kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *