Bulan Agustus lalu, perusahaan teknologi raksasa LG manyatakan di media sosial bahwa mereka akan memamerkan sebuah model produk baru di event IFA 2020, salah satu pameran teknologi dan elektronik di dunia. Produk yang mereka janjikan adalah sebuah masker yang dilengkapi oleh teknologi Air-purification yang akan membersihkan udara yang dihirup pemakainya.

Sulit untuk tidak menghubungi terobosan teknologi ini dengan kondisi dunia kita sekarang. Sebenarnya, penelitian untuk mencapai teknologi pemurnian udara yang muat dalam masker sebenarnya sudah berlangsung dari beberapa tahun yang lalu. Namun, berlangsungnya pandemi Covid-19 telah menjadi insentif bagi perusahaan-perusahaan dan investor untuk mendanai penelitian untuk teknologi ini. Seperti yang berulang kali terjadi sepanjang sejarah, situasi krisis seringkali memunculkan berbagai inovasi teknologi baru. Dalam kasus ini, masker air-purifier termasuk dalam inovasi-inovasi tersebut.

Teknologi Air-Purification Dimuatkan Dalam Sesuatu Sekecil Masker

Walaupun menjadi yang terbaru untuk menyingkapi hasil penelitiannya, LG bukanlah pihak pertama yang melakukan hal ini. Dalam dua tahun terakhir, terdapat beberapa perusahaan yang mengeluarkan prototipe-prototipe mereka. Sebelumnya ada, Atmoblue dengan model Smart Purifier mereka, yang diklaim lebih efektif daripada masker N95 dan N99. Ada juga Atmos dengan model Atmos Faceware mereka, yang telah disertifikasi oleh NIOSH (National Institute for Occupational Safety and Health).

Bagi LG, model yang mereka keluarkan dinamakan LG PuriCare Wearable Air-Purifier. Pada prinsipnya, semua model-model berbeda ini memiliki prinsip kerja yang sama. Mereka semua berangkat dari pertanyaan yang sama; “Bagaimana memuatkan sistem pemurni udara ke dalam wadah sekecil masker?”. Berbagai prototipe yang telah ditampilkan oleh beberapa perusahaan menampilkan masker berukuran normal, dengan HEPA Filters di kedua sisi pipi. Tiap model juga dilengkapi oleh sensor respiratory untuk mendeteksi siklus pernapasan dan volume udara yang ditarik dan hembus oleh pemakai. Selain kecanggihan teknologi, model-model ini juga mengedepankan kenyamanan pengguna dalam penelitian mereka.

Pada saat ini, model-model masker air-purifier masih dalam bentuk prototipe dan belum tersedia untuk umum. 

Mencari Solusi atau Mengambil Keuntungan dari Masalah Global?

Pada awalnya, penelitian untuk teknologi masker air-purifier mulai mendapat daya tarik sejak isu perubahan iklim dan global warming mendapatkan perhatian yang besar, sekitar tahun 2019. Tampak bahwa ketertarikan terhadap penelitian teknologi ini kini semakin melejit dengan kondisi dunia yang sedang pandemic. Di satu sisi, teknologi masker ini bisa dijadikan solusi agar kita tidak menghirup virus dan polusi. Namun, beberapa pihak menganggap ada perdebatan moral yang muncul dari potensi datangnya industri baru ini.

Menurut The Verge, berlomba-lombanya perusahaan untuk mendesain produk masker air-purifier dapat dianggap sebagai sebuah upaya mengambil keuntungan dari sebuah krisis global. Walaupun manusia akan dapat menghirup udara yang segar, penggunaan masker air-purifier sendiri tidak menyelesaikan sumber dari masalah yang sebenarnya. Inovasi ini tidak mengurangi jumlah polusi yang menyebabkan krisis perubahan iklim, dan tidak akan menjadi vaksin untuk menyelesaikan pandemi.

Terlepas dari perdebatan yang terjadi, sebuah inovasi teknologi tetap merupakan potensi untuk kita memperbaiki dan meningkatkan taraf hidup kita. Apapun kepentingan yang dimiliki pihak-pihak tertentu, teknologi masker air-purifier akan membantu banyak orang yang membutuhkannya. Pastinya, kita akan tahu pasti saat teknologi ini sudah tersedia untuk konsumsi publik.

Menurut kamu bagaimana? Apakah terobosan baru ini benar dan baik adanya, ataukah kita harus menyambut kedatangannya dengan waspada?