Bicara Film Bersama Programmer GDILab

Sumber: www.imwithgeek.co.uk

Menonton film merupakan kegiatan yang menyegarkan pikiran bagi sejumlah orang. Di sela-sela kesibukan yang padat, menyempatkan diri untuk menonton film adalah sebuah hiburan yang melepas penat sekaligus menambah pengetahuan yang bermanfaat dengan cara menyenangkan.

Kali ini, kami menghadirkan Vincensius Adi, Programmer GDILab, yang berbagi pengalaman mengenai kegemarannya menonton film. Vincen mengaku hobinya yang satu ini telah ada sedari ia kecil. “Awalnya, saya sering melihat Bapak nonton Jackie Chan. Dari situ, saya jadi penasaran dengan bioskop dan ingin sekali nonton bioskop,” jelasnya. “Tapi, saya tidak langsung dibolehkan untuk nonton bioskop karena masih terlalu kecil. Baru saat naik ke kelas 3 SD, saya boleh masuk ke dalam bioskop untuk nonton Spiderman. Ternyata, bioskop keren sekali. Sejak itu, saya suka pergi ke rental film. Saya juga suka menonton film yang diputar oleh stasiun TV.”

Di antara sekian banyak genre film yang ada, action comedy adalah genre yang paling disukai Vincen. Namun begitu, Vincen tetap menonton film dari berbagai genre untuk menambah referensi dan pengetahuannya. “Oh, ya, saya juga nonton film India dan drama Korea, lho, supaya wawasan saya akan film makin luas,” tambahnya.

Bicara mengenai film favorit, apa saja judul film favorit Vincen? “Kalau untuk animasi, saya suka Final Fantasy karena gambarnya keren seperti nyata. Untuk film dalam negeri, The Raid 1 dan 2 jadi favorit saya. Tapi, saya juga suka yang berkaitan dengan sastra seperti Ada Apa Dengan Cinta dan Gie. Film yang ringan seperti film-filmnya Raditya Dika juga saya suka,” terangnya, kesulitan menentukan film favorit karena banyak yang ingin ia sebutkan. “Kalau film luar negeri, saya suka Batman v Superman dan film-filmnya Christopher Nolan. Saya juga suka Inception karena berhubungan dengan filosofi yang membuat kita berpikir dalam.”

Saat ini, Vincen telah mengoleksi lebih dari 500 film di rumahnya. Vincen membayangkan, apabila ia seorang sutradara film, ia ingin membuat film yang mencampur action, comedy, romance, dan diselingi dengan sastra.

Terakhir, Vincen menyebutkan rekomendasi film yang menurutnya harus ditonton oleh generasi millennial. “Interstellar, karena kita akan diajak untuk berpikir secara logis, tidak hanya sekedar nonton. Jadi, kita bisa mendapat hiburan sekaligus sesuatu yang mengedukasi.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *