Cloud Computing, Teknologi yang Memudahkan Penyimpanan Data

Cloud Computing, Teknologi yang Memudahkan Penyimpanan Data

*ilustrasi: hit infrastructure

Mungkin sekali atau dua kali kamu pernah mendengar ‘cloud computing,’ atau mungkin bahkan sering dengar, tapi masih gak paham apa artinya dan manfaatnya. Nah, kali ini kita akan ngebahas apa itu cloud computing, yang katanya lebih memudahkan kita dalam menyimpan data.

Dilansir dari AWS, cloud computing atau komputasi awan adalah pengiriman berdasarkan permintaan untuk daya komputasi, database, penyimpanan, aplikasi dan sumber daya IT lain melalui platform layanan cloud via internet. Sementara itu, dilansir dari dewaweb, cloud computing adalah proses pengolahan daya komputasi (CPU, RAM, Network Speeds, Software Storage dan OS) melalui jaringan internet. Jadi, proses transfer data gak lagi dilakukan secara fisik dan sumber daya komputasi yang dimiliki berada di lokasi user yang memakai layanannya.

Contohnya adalah Google Drive yang memanfaatkan cloud computing, dimana penggunanya dapat membuat, menyimpan dan membagi dokumen ke pengguna lainnya. Google Drive tentunya sangat memudahkan kita dalam membagikan dokumen tanpa harus menggunakan flashdisk, harddisk dan sebagainya.

 

Data Tersimpan Aman

Nah, cloud computing ini tentunya memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

  • Menurunkan biaya infrastruktur IT (komputer, dll) bagi penggunanya
  • Meningkatkan kinerja atau performa kerja
  • Meningkatkan kapasitas penyimpanan/storage
  • Mudah untuk mengembalikan data yang hilang
  • Meningkatkan keamanan data

Dengan berbagai keunggulan ini, berbagai perusahaan besar maupun sektor usaha kecil tidak ragu untuk memanfaatkan cloud computing dalam operasional bisnis mereka.

Nah, cloud computing sendiri punya 4 tipe. Dilansir dari dewaweb, ada 4 tipe cloud, yaitu private cloud, community cloud, public cloud dan hybrid cloud. Perbedaannya terletak pada pengunaannya. Private cloud digunakan bagi satu organisasi tertentu (privat) dan gak dibagikan ke pengguna lain. Sedangkan community cloud mengacu pada penggunaan source bagi komunitas dan organisasi. Lalu public cloud dipakai untuk interaksi tipe B2C dan hybrid cloud untuk interaksi B2B maupun B2C, sehingga sumber daya komputasi terikat bersama tapi dengan cloud yang berbeda.

AWS juga punya beragam layanan berbasis cloud global lho, termasuk komputasi, penyimpanan, database, analisis, jaringan, seluler, alat bantu pengembang, alat bantu manajemen, IoT, keamanan dan aplikasi perusahaan. Hmm penasaran gak sih buat ngomongin lebih lanjut soal cloud computing sama ahlinya, salah satunya dari AWS yang barusan kita bahas.

Nah, kalo kamu mau tahu lebih banyak lagi tentang cloud computing, dateng aja ke Hi-Tech Conference 2019 tanggal 30 November nanti di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta. Karena di sana bakalan ada banyak pembicara yang akan ngebahas seputar teknologi. Siapa aja mereka?

  • Alvy Ray Smith, Co-Founder Pixar
  • Haris Izmee, President Director of Microsoft Indonesia
  • Azran Osman Rani, Former CEO of Iflix Malaysia and Air Asia X
  • Oliver Marc Shatzle, Head of Customer and Market Development Asia-Pacific of HERE Technologies
  • Adrianto Djokosoetono, Director of PT. Blue Bird, Tbk
  • Tyo Guritno, Co-Founder & CEO Inspigo
  • Alex Zulkarnain, Brand & Partnership Director of Young On Top
  • Andy Noya, Founder Benihbaik.com
  • Diana Tanu, COO TopKarir Indonesia
  • Heinrich Vincent, CEO of Bizhare.id
  • Anton Soeharyo, CEO of Playgame.com

dan masih ada pembicara internasional serta nasional lainnya dari Twitter, IBM, Facebook dan AWS yang akan membahas seputar artificial intelligence, robotic, security, cloud computing, data privacy, digital map dan social media.

Cloud Computing, Teknologi yang Memudahkan Penyimpanan Data - HiTech Conference 2019

Penasaran?? Langsung aja daftarkan diri kamu di bit.ly/hitechJKT