Kesalahan Startup dalam Menggunakan Media Sosial

Kesalahan Startup dalam Menggunakan Media Sosial

 

Sebagai alat pemasaran, media sosial tentunya bisa bekerja secara efektif jika mampu dikelola dan digunakan dengan baik. Anda juga pastinya tahu jika membangun awareness yang kuat bisa dilakukan melalui media sosial. Begitu pula dengan kehadiran Startup yang memanfaatkan berbagai platform media sosial dalam membangun brand awareness. Sayangnya, ada beberapa kesalahan yang dilakukan oleh Startup dalam menggunakan media sosial. Apa saja? Berikut kami rangkum dari Inc.com:

  1. Tidak Memiliki Target

Menggunakan media sosial juga tidak terlepas dari business plan yang dirancang. Kunci dalam menetapkan target ialah mampu mengidentifikasi pengguna beserta jangkauan wilayahnya atau demografinya.

  1. Tidak Menggunakan Matriks

Dengan fitur seperti Facebook Insights dan Twitter Analytics, anda dapat melacak bagaimana pengguna bereaksi terhadap sebuah postingan, seberapa sering brand anda disebut dan lainnya.

  1. Menggunakan Terlalu Banyak Platform

Menjangkau Facebook, Twitter, Instagram, Pinterest, Snapchat dan platform lainnya tentunya juga harus diimbangi dengan perencanaan dan monitoring yang baik. Mulailah dengan beberapa platform, atur planning-nya dan posting secara teratur. Atur pula konten yang akan dibagikan ke tiap platform.

  1. Tidak Tahu Traffic

Pastikan anda posting saat pengikut anda online. Menurut Buffer Social, tingkat keterlibatan Facebook tertinggi pada hari Kamis dan Jumat dan mencapai titik terendah mingguan pada hari Sabtu. Sedangkan rasio klik tertinggi di Twitter berada di akhir pekan.

  1. Tidak Memperhatikan Konten

Konten yang dimaksud meliputi caption hingga visual. Menurut Buffer Social, Facebok dengan 250 karakter atau kurang mendapat keterlibatan 66% lebih banyak. Di twitter, tweet dengan 100 karakter atau kurang mendapatkan engagement 17% lebih banyak. Jangan pula terlalu banyak menggunakan hashtag. Dalam hal visual, gunakanlah gambar, infografis dan video berkualitas tinggi. Posting konten dengan gambar akan meningkatkan engagement.

  1. Mengabaikan Profil

Di Instagram, profil anda adalah hal pertama yang dilihat oleh pelanggan potensial. Deskripsikan secara singkat informasi mengenai perusahaan anda sebagai daya tarik terhadap calon pengikut anda.

  1. Tidak Menanggapi Keluhan & Feedback Pengguna

Tanggapi keluhan konsumen sesegera mungkin dan hadapi secara profesional. Mengabaikan keluhan, menghapus komentar negatif hanya akan memperburuk keadaan. Jangan pula melewatkan kesempatan untuk mengetahui apa yang ada di pikiran konsumen. Kirimkan pertanyaan terbuka untuk memulai dialog, buatlah jejak pendapat dan survey.

  1. Terlalu Sering Promosi

Menurut Social Media Today, hanya 20% postingan Anda berupa promosi dan 80% berisi konten lainnya. Tautkan juga konten anda dengan artikel di website atau video di Youtube.

  1. Tidak Menjalin Kedekatan dengan Pengguna

Bangunlah kedekatan dengan pengguna melalui pesan pribadi maupun komentar. Jika anda tidak mencoba menemukan cara untuk menambahkan nilai nyata bagi audiens anda, maka anda berpotensi membuat kesalahan dalam menggunakan media sosial yang fatal.

  1. Tidak Menciptakan Kebijakan

Setiap perusahaan membutuhkan kode etik tertulis untuk pengguna media sosialnya. Termasuk penggunaan bahasa yang bisa dan tidak bisa digunakan di dalam media sosial.