Tiga Langkah Menerapkan Strategi Digital yang Ampuh

Tiga Langkah Menerapkan Strategi Digital yang Ampuh

Dalam menjalankan sebuah strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital, strategi yang baik tentu sangat dibutuhkan. Dalam dunia pemasaran juga terdapat beberapa kunci yang harus diperhatikan saat akan membuat strategi. Namun, di era digital seperti saat ini, tentu konsep pemasaran sudah harus mengikuti perkembangan zamannya.

Dalam konsep pemasaran digital, para kreator seharusnya sudah lebih mudah untuk melakukan pemetaan terhadap target market-nya. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang sesuai untuk bisa mengintegrasikan strategi konvensional menjadi strategi digital yang mampu meningkatkan engagement pengunjung dan mengonversinya menjadi pembeli.

Hal pertama sebelum membuat strategi adalah, anda harus yakin dan pasti dalam menentukan tolak ukur atau indikator keberhasilan strategi yang anda buat. Tolak ukur atau yang sering disebut sebagai Key Performa Indicator (KPI) sendiri adalah sebuah nilai dan batas sebuah keberhasilan yang ingin anda capai. KPI mampu menganalisa seberapa efektif strategi yang anda buat untuk dicapai. Selain itu, anda juga harus menentukan KPI secara realistis, tidak muluk-muluk apalagi terkesan mustahil untuk dicapai. Karena anda bertanggungjawab untuk mencapai KPI yang telah disepakati tersebut.

Setelah mengetahui siapa target audience anda serta seberapa tinggi KPI yang ingin anda capai, ada satu hal penting yang kerap menjadi kesalahan dalam menyusun strategi, yaitu menetapkan audience pada pokok tujuan strategi anda. Seringkali, poin audience ini terlupakan karena terlalu sibuk menentukan KPI, budget, pemilihan channel atau platform media sosial dan penentuan target audience. Seharusnya, dalam penentuan target audience anda juga harus memasukkan strategi bagaimana cara menjangkau mereka. Entah dari konten yang sesuai ataupun gaya bahasa yang digunakan. Hal inilah yang seringkali luput dalam penyusunan strategi. Sehingga, sering kali ornamen-ornamen penting dalam konten seperti tema, konsep dan gaya bahasa terlupakan dan tidak jarang menjadi penyebab KPI tidak tercapai dengan baik.

Terakhir setelah mengetahui siapa target audience anda, apa saja poin-poin dari KPI yang anda ingin capai dan bagaimana anda harus menentukan tema, konsep dan gaya bahasa yang akan digunakan, anda dan tim anda harus mengelola konten yang anda buat dengan rapih dan teratur. Mengelola konten yang rapih dan teratur akan sangat memudahkan anda untuk membentuk sebuah impresi baik bagi audience dan tidak jarang menghasilkan engagement yang baik pula bagi konten yang anda buat. Untuk mengelola konten, anda dapat melakukannya secara manual atau dengan memanfaatkan editorial plan. Apa itu editorial plan? Editorial plan adalah dokumen kerja yang berisi informasi untuk memproduksi, menyampaikan, serta mempromosikan rencana strategi konten.