Lima Tips Merebut Perhatian Generasi Millennial

Saat ini, generasi millennial merupakan generasi yang mendominasi populasi di dunia. Oleh karena itu, sebagai entrepreneur, Anda tidak bisa mengabaikan keberadaan mereka begitu saja. Diperlukan beberapa strategi untuk dapat memikat hati generasi millennial. Kali ini, GDILab.com akan mengulas tentang kiat-kiat merebut perhatian generasi millennial yang bisa diterapkan oleh brand atau produk Anda:

1. Mendukung gerakan sosial

Generasi millennial dikenal sebagai pendukung terbesar bagi brand-brand yang dapat memberikan efek positif bagi lingkungan sekitarnya. Seperti sesederhana memberikan donasi bagi kampanye gerakan lingkungan. Generasi millennial terhubung dengan brand yang memiliki nilai sosial yang sama dengan mereka.

2. Mudah diakses oleh pengguna smartphone

Saat ini, internet lebih banyak diakses oleh pengguna smartphone. Fakta lainnya, tidak ada yang terhubung lebih sering dengan smartphone daripada generasi millennial. Dan sampai saat ini, tren tersebut belum berubah bahkan cenderung meningkat. Oleh karena itu, jika Anda ingin sukses dalam merebut perhatian generasi millennial maka buatlah content yang mudah diakses oleh pengguna smartphone. Buatlah desain dan materi-materi yang Anda sesuaikan dengan pengguna smartphone.

3. Aktif di media sosial

Media sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup seorang generasi millennial. Mereka sangat aktif di kanal-kanal media sosial seperti Instagram, Facebook, Snapchat, dan lainnya. Mereka menghabiskan banyak waktu di media sosial setiap harinya. Anda harus aktif membuat strategi pemasaran di media sosial yang bisa menarik, melibatkan, dan mengubah mereka.

Tidak hanya menggunakan media sosial untuk menempatkan brand Anda di hadapan generasi millennial, namun bagaimana caranya Anda untuk membuat content yang dapat menimbulkan interaksi dari mereka. Generasi millennial sangat suka berbagi, dan jika pesan Anda sesuai dengan nilai-nilai mereka, maka ini akan menimbulkan exposure yang luas bahkan menjadi viral.

4. Membuat jenis content visual

Data terbaru menyampaikan bahwa content yang memuat gambar, 94% lebih banyak dilihat daripada content yang tidak memiliki gambar. Hal ini termasuk video, grafis, dan gambar. Content video menjadi lebih populer dan infografis tetap menjadi bagian content yang paling favorit untuk dibagikan. Untuk membuat content-content tersebut, Anda tidak memerlukan biaya yang besar. Hal ini tergantung dengan bagaimana Anda dapat memaksimalkan sumber daya yang ada.

5. Gunakan data sebagai pedoman saat mengambil keputusan

Saat ini, data bisa Anda dapatkan dengan hanya menggunakan jari Anda. Sayangnya, para pebisnis tidak melihat peluang ini. Penggunaan media sosial bisa menjadi sumber data untuk mengenal lebih jauh tentang calon konsumen Anda. Mengapa media sosial? Di era digital, konsumen lebih memilih menggunakan media sosial sebagai media untuk menyampaikan kritik, saran, hingga pujian bagi brand atau produk yang mereka gunakan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *