5 Strategi Media Sosial Brand Besar yang Bisa Diterapkan oleh Startup

Sebagai pemilik startup, mungkin seringkali Anda berharap untuk mendapat kesuksesan yang sama dengan setiap kampanye media sosial yang dilakukan oleh brand besar. Percaya atau tidak, meski di tengah keterbatasan, Anda juga bisa meraih kesuksesan yang sama. Salah satu caranya yaitu mengadopsi beberapa strategi yang digunakan brand besar saat membuat kampanye di media sosial. Anda tidak harus mempunyai brand yang besar untuk membuat konten yang viral dan disukai audience. Daripada berandai-andai, lebih baik pelajari dan adaptasikan beberapa hal penting dari mereka.

1. Menjangkau konsumen

Brand besar biasanya memiliki customer service yang bisa diakses oleh konsumen ketika membutuhkan solusi atau pertanyaan terkait dengan produk. Divisi terkait biasanya memonitor dan mencari tahu apa yang dikatakan oleh konsumen di media sosial. Setelah itu, mereka akan menjangkaunya dan menyediakan solusi terbaik.

Namun sebaliknya, posisi customer service pada startup bukan menjadi salah satu prioritas. Dengan hal ini, bukan berarti Anda tidak bisa mengetahui apa yang dibicarakan oleh konsumen di media sosial. Saat ini sudah tersedia beberapa tools yang dapat menangkap percakapan di media sosial, salah satunya yaitu GDILab.com. Dengan menggunakan tools dari GDILab.com, akan memudahkan startup untuk memantau setiap percakapan konsumen di media sosial.

2. Menerapkan influencer marketing

Influencer marketing merupakan salah satu tren marketing yang saat ini sedang berkembang pesat. Banyak brand besar memilih strategi ini karena konsumen lebih mempercayai review influencer daripada apa yang dikatakan oleh pihak brand itu sendiri. Meski brand yang Anda miliki kecil bukan tidak mungkin Anda juga bisa menerapkan influencer marketing sebagai salah satu strategi marketing. Dengan menggunakan analytics.gdilab.com, Anda dapat memetakan sosok mana yang bisa dijadikan sebagai influencer brand Anda. Satu hal yang perlu Anda ketahui, bahwa memilih influencer tidak bisa hanya berdasarkan jumlah followers namun harus berdasarkan relevansi. Selengkapnya, Anda bisa menyimak tips dan trik memilih influencer pada artikel berikut ini: Tips Memilih Influencer Untuk Brand Awareness.

3. Gunakan social media analytic tools untuk mengukur keberhasilan kampanye

Brand besar biasanya menggunakan analytic tools untuk mengukur keberhasilan kampanye yang telah dilakukannya. Namun, sesungguhnya bukan hanya brand besar saja yang membutuhkan social media analytic tools. Meski masih tergolong startup, sebaiknya gunakan analytic tools untuk mengetahui behaviour calon konsumen. Dengan menyimak artikel Mitos Paling Populer tentang Social Media Analytic Tools, diharapkan Anda akan mendapatkan jawaban mengapa startup tetap membutuhkan analytic tools.

4. Menggunakan user generated content

Sebelumnya, GDILab.com sudah mengupas lebih dalam tentang user generated content pada artikel Pentingnya User Generated Content dan User Generated Content: Ide Dari Brand Ternama. Dari dua artikel tersebut, dapat disimpulkan bahwa user generated content dapat mendekatkan hubungan Anda dengan konsumen. Selain itu, Anda juga dapat menghemat dari segi tenaga, waktu, dan biaya dalam membuat konten.

5. Jadilah “manusia”

Mungkin Anda akan bingung ketika membaca sub judul di atas. Maksud menjadi manusia, ketika brand besar terlalu fokus untuk membuat konten tentang produk, sesekali penting untuk menampilkan konten-konten yang berkaitan dengan di balik layar startup atau bisnis Anda. Tentu ada orang-orang yang berjasa di balik sebuah produk yang luar biasa, bukan? Anda bisa menampilkan “sosok bulan ini”, foto kegiatan di kantor, kutipan sosok entrepreneur, dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *