Mitos Paling Populer tentang Social Media Analytic Tools

Saat ini media sosial menjadi satu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Jika Anda berniat untuk mulai menjalankan bisnis, membaca tren yang sedang berkembang di media sosial sangatlah penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh calon konsumen. Untuk menjadikan media sosial sebagai sumber data dan informasi, maka diperlukan sebuah analytics tools. Namun ada beberapa mitos tentang social media analytic tools yang membuat para pebisnis merasa tidak perlu untuk menggunakannya. Simak mitos-mitos paling populer tentang social media analytic tools yang perlu Anda ketahui:

1. Membutuhkan Banyak Dana

Mitos pertama yang paling populer tentang social media analytic tools yaitu membutuhkan banyak dana. Pemikiran tersebut adalah salah besar sehingga harus diluruskan. Tidak semua social media analytic tools membutuhkan dana yang besar, tergantung dengan tools apa yang Anda gunakan. Dengan menggunakan analytics.gdilab.com, investasi yang Anda keluarkan untuk social media analytic tools bisa lebih ditekan karena memang dibuat untuk membantu para start up dan UKM dengan dana yang tidak terlalu banyak.

2. Rumit dan Sulit untuk Digunakan

Anggapan tentang social media analytic tools yang rumit dan sulit digunakan juga salah besar. Jika Anda menggunakan tools dari analytics.gdilab.com, hal tersebut tentu tidak akan terjadi. Menggunakan Bahasa Indonesia merupakan salah satu kelebihan analytics.gdilab.com, sehingga tools dapat dimengerti oleh semua kalangan. Selain itu penggunaannya pun tergolong mudah untuk dioperasikan.

3. Membutuhkan Sumber Daya Manusia yang Banyak

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa untuk melakukan monitoring menggunakan social media analytic tools memerlukan sumber daya manusia yang banyak. Namun, pandangan tersebut adalah keliru. Dengan berbagai pilihan tools yang simpel, kegiatan monitoring di media sosial bisa dilakukan minimalnya satu hingga dua orang yang memang terkait langsung dengan media sosial sebuah brand.

4. Brand / Produk Belum Membutuhkan

Menganggap brand atau produk Anda masih terlalu kecil sehingga belum membutuhkan social media analytic tools adalah kesalahan yang paling fatal. Justru salah satu cara untuk membesarkan brand dibutuhkanlah analytic tools. Beberapa fungsinya di antara lain, memetakan apa saja yang diinginkan atau tidak diinginkan oleh konsumen, menyaring data yang didapat dari media sosial menjadi sebuah data dan informasi, dan masih banyak lagi.

Setelah menyimak ulasan di atas, tentunya Anda sudah tidak perlu takut atau ragu-ragu lagi dalam menggunakan social media analytic tools, untuk memulainya Anda bisa segera berkunjung ke gdilab.com dan temukan yang Anda butuhkan.

One thought on “Mitos Paling Populer tentang Social Media Analytic Tools

  1. Pingback: 5 Strategi Media Sosial Brand Besar yang Bisa Diterapkan oleh Startup | GDILab Blog

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *