Mana E-Commerce Yang Paling Banyak Dibicarakan?

Print

Industri e-commerce berkembang pesat di era serba digital ini. Mengingat keberadaannya yang online, sudah barang tentu media sosial menjadi sarana mereka melakukan pemasaran. Salah satu yang populer adalah Twitter. Di periode 12-25 September 2016, pantauan GDIAnalytics menghasilkan 7 e-commerce dengan jumlah percakapan dan exposure tertinggi di Twitter.

Dari jumlah percakapan, Bukalapak (Akun @bukalapak, >93.000 followers) ada di peringkat pertama dengan 36,400 posts. Peringkat kedua ditempati Tokopedia (Akun @tokopedia, >97,000 followers) yang memperoleh 23,469 posts. Lazada (Akun @LazadaID, >179.000 followers) menyusul di peringkat ketiga dengan mendapatkan 3,794 posts. 

Peringkat selanjutnya adalah Matahari Mall (Akun @MatahariMallCom, >102.000 followers) dengan 2,851 posts, Elevenia (Akun @eleveniaID, >121.000 followers) dengan 2,732 posts, Bhinneka (Akun @bhinneka, >101.000 followers) dengan 1,807 posts, dan Blibli (Akun @bliblidotcom, >374.000 followers) dengan 1,117 posts.

Jika meninjau dari jumlah exposures yang dihasilkan, Lazada dan Matahari Mall masing-masing turun tiga peringkat. Lazada berada di peringkat keenam dan Matahari Mall di peringkat terakhir. Sedangkan, Elevenia dan Bhinneka masing-masing naik satu peringkat. Elevenia di peringkat keempat memperoleh 70,813,186 exposures dan Bhinneka di peringkat kelima mengumpulkan 68,293,253.

Meski Blibli berada di peringkat terakhir dari segi percakapan, Jumlah exposures yang diperolehnya menduduki peringkat ketiga dengan total 91,245,828 exposures. Uniknya, Bukalapak dan Tokopedia masing-masing tidak bergeser dari posisinya yaitu peringkat pertama dan kedua.

Di peringkat berapa pun mereka berada, tak bisa dipungkiri bahwa kelimanya memiliki kelebihan dan ciri khasnya masing-masing. Serta yang paling penting, mampu bersaing secara sehat. Seperti yang dikatakan Jack Ma, pendiri e-commerce Alibaba Group: You should learn from your competitor, but never copy. Copy and you die.”

(Infografis ini telah dipublikasikan di majalah Market+ edisi Oktober 2016)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *