Ketika Brand Sampo Mendengarkan Konsumen

Sumber: www.rasmuson.org

Sebagai salah satu produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), sampo tidak hanya memiliki kekuatan untuk membersihkan rambut, namun juga mendengarkan konsumen di media sosial. Hal ini dibuktikan oleh 3 brand sampo yang tidak asing lagi di telinga Anda, atau mungkin Anda salah satu konsumennya. Jika Anda bisa menggunakan produk mereka sekaligus mencontoh mereka dalam mendengarkan dan merespon konsumen di Twitter, mengapa tidak?

Memberikan alternatif, strategi @SunsilkID

Terkadang kita dihadapkan dengan konsumen yang bertanya mengenai produk atau layanan yang tidak kita miliki. Daripada meresponnya dengan jawaban mengecewakan tanpa solusi, mengapa tidak mencoba menawarkan salah satu produk Anda sebagai alternatif yang mungkin bisa menjadi problem solver? Ini yang dilakukan oleh Sunsilk Indonesia melalui akunnya @SunsilkID.

Merespon tweet tanpa mention ala @Makarizo_Energy

Anda rutin memantau setiap mention yang datang pada akun brand Anda, namun bagaimana dengan yang tanpa mention? Ada sejumlah opini atau komplain yang mungkin saja tidak sampai pada pendengaran akun Anda. Hal ini yang tidak luput dari perhatian akun @Makarizo_Energy.

Teliti dengan hashtag dari @TRESemmeID

Menciptakan hashtag yang unik, kreatif, dan mencerminkan brand Anda memang menyenangkan. Terlebih lagi, jika hashtag tersebut mampu mengundang masyarakat untuk turut menggunakannya. Namun, bagaimana jika tweet dari konsumen tidak terlacak meski mencantumkan hashtag Anda? Akun TRESemme Indonesia, @TRESemmeID, menginfokan kesalahan penulisan hashtag oleh konsumen. Memberi perhatian secara detail kepada konsumen adalah nilai plus bagi sebuah brand.

Mendengarkan, Salah Satu Kunci Kesuksesan

Tidak bisa dipungkiri bahwa mendengarkan bukan hanya membuat kita bisa mengetahui pemikiran masyarakat, namun juga membantu konsumen kita dalam mencari solusi. Terlebih lagi, adanya analytics tools yang tepat membuat aktivitas menangkap percakapan di media sosial tidak lagi sulit untuk dilakukan.

Jadi, sudah siapkah Anda mendengarkan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *