Bagaimana AI Mengubah Metode Pencarian Konten di Masa Depan

Bagaimana AI Mengubah Metode Pencarian Konten di Masa Depan

Banyak organisasi dan berbagai sektor yang menyebarkan solusi Artificial Intelligence (AI). Salah satu industri yang telah menerapkan solusi berupa kecerdasan buatan adalah media yang telah berhasil menggunakan personalisasi dan algoritme cerdas untuk beberapa waktu. Namun, penerapan AI di media tidak hanya sebatas pada personalisasi konten, melainkan harus berurusan dengan proses manual untuk beberapa hal, contohnya dalam membuat teks multibahasa.

Tapi, kemajuan terbaru dalam AI mampu mengotomatisasi beberapa tugas tersebut, hingga akhirnya berpengaruh terhadap metode pencarian konten di masa depan. Berikut penjelasannya dilansir dari Entrepreneur.com:

  1. Voice Search (Pencarian Suara)

Medium suara adalah cara paling alami bagi orang untuk berkomunikasi. Itu sebabnya metode pencarian dengan menggunakan suara meningkat. Bahkan di India, suara menjadi cara dominan untuk berinteraksi dengan mesin pencari, Google. Beberapa media berebut untuk memenuhi trend ini, salah satunya YouTube yang memiliki metode pencarian suara baru-baru ini.

Metode pencarian melalui suara berbeda dengan pencarian tradisional. Orang-orang cenderung akan mengajukan pertanyaan panjang melalui metode pencarian suara. Karena, metode pencarian tradisional tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. AI dapat menganalisa bingkai video dengan bingkai dan kata komentar untuk sebuah kata. Ini adalah bagian yang dibuat secara dinamis, tanpa pengeditan manual dan dapat diputar saat pengguna membuat permintaan pencarian.

     

      2. Conversant Media (Media Percakapan)

Setelah metode pencarian suara, sebuah media dapat berinteraksi dengan anda. Ini merupakan cara baru yang menarik dalam menciptakan metode story telling. Salah satunya adalah Novel Effect, sebuah aplikasi dongeng. Novel Effect telah menciptakan pengalaman baru membaca buku cerita dengan anak-anak. AI mampu menyesuaikan lagu yang akan diputar dengan intonasi suara pembaca dongeng.

 

      3. Adaptive Media (Media Adaptif)

Di masa depan, media akan berubah dan mampu beradaptasi dengan anda. Dengan AI, hasil pencarian mampu menunjukkan lokasi, profil pengguna, metadata file yang menandakan media dapat berubah secara dinamis. Contohnya adalah dalam pencarian konten dengan batasan umur. Nantinya konten yang ditampilkan akan di-filter agar sesuai dengan umur pencari konten.

 

      4. The Rise of Content Intelligence (Kebangkitan Konten Cerdas)

Infrastruktur metode pencarian tradisional tidak dapat mendukung semua kasus penggunaan dan itulah mengapa membuat konten yang cerdas adalah prioritas utama semua media. Media dituntut untuk menciptakan pengalaman baru yang menarik lainnya.