Mengubah Strategi Pemasaran yang Biasa Menjadi Luar Biasa

Saat ini media sosial menjadi salah satu media yang menjadi andalan dalam strategi pemasaran sebuah brand atau produk. Facebook, Twitter, dan Instagram merupakan tiga kanal media sosial yang banyak dipilih sebagai kanal untuk menyebarkan informasi brand atau produk.

Sekarang, bagaimana caranya agar Anda dapat sukses di antara puluhan hingga ratusan brand atau produk yang menggunakan kanal media sosial setiap harinya? Pemasaran yang masif belum tentu akan berhasil bila tidak dilakukan secara tepat sasaran. Maka dari itu, diperlukan strategi pemasaran yang cerdas. Strategi pemasaran yang tidak konvensional dan inovatif tentu akan lebih berdampak.

1. Mencoba hal baru

Ketika melakukan promosi di media sosial, mungkin banyak orang yang akan memberikan saran agar membuat strategi pemasaran yang mengedepankan nilai-nilai brand atau produk Anda. Hal tersebut memang baik untuk dilakukan, tapi sesekali cobalah untuk keluar dari pakem yang ada. Tak melulu harus berjualan, sesekali Anda bisa menjalankan beberapa trik di bawah ini:

– Ketika brand atau produk Anda fokus pada kosmetik organik, maka sesekali Anda perlu untuk membahas mengenai pro kontra kosmetik yang masih menggunakan hewan sebagai bahan percobaan.

– Peka dengan tren terbaru yang ada di media sosial dan kaitkan dengan brand atau produk Anda.

– Sesekali angkatlah topik yang umum, seperti topik pengembangan diri, membangun personalitas, dan masih banyak lagi.

2. Memaksimalkan user generated content

Kita bisa lihat contoh pada artikel User Generated Content: Ide Dari Brand Ternama, beberapa perusahaan tersebut memilih memanfaatkan foto dari konsumennya sebagai content di media sosial daripada foto yang dihasilkan fotografer profesional. Metode user generated content terbukti berhasil untuk meningkatkan engagement konsumen di media sosial. Dengan metode tersebut, sudah jelas Anda akan menjadi lebih dekat dengan konsumen. Selain itu, pada faktanya konsumen lebih menyukai brand atau produk yang berinteraksi dalam membangun hubungan di media sosial. Untuk ke depannya, jika Anda berencana mengubah logo atau mengganti nama perusahaan, cobalah memanfaatkan user generated content.

3. Promosi secara cross channel

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Facebook, Twitter, dan Instagram merupakan tiga kanal media sosial yang banyak dilirik oleh brand atau produk. Ada banyak sekali kanal media sosial, seperti, Youtube, Pinterest, Snapchat, dan masih banyak lagi. Saat ini mungkin brand atau produk Anda unggul di salah satu kanal, agar mempunyai kesempatan yang sama cobalah untuk mempromosikan kanal media sosial Anda yang lainnya. Misal, brand Anda sudah dikenal banyak orang dan mempunyai exposure besar di Twitter, dengan hadirnya Instagram, Anda bisa menggunakan kesempatan ini untuk mempromosikan akun Instagram Anda di Twitter. Sama halnya dengan Instagram, saat tren Youtube mulai meningkat, Anda bisa membagikan teaser video Anda di Youtube melalui Instagram, begitupun seterusnya.

4. Mengutamakan research media sosial

Dalam berbisnis, data ibarat peta. Jika Anda memulai bisnis tanpa data bukan tidak mungkin bisnis Anda akan mengalami trial and error. Dengan data, bisnis Anda akan terselamatkan dari melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Berdasarkan perkembangan media sosial yang semakin pesat, data mengenai konsumen kini bisa didapat dari media sosial. Hanya saja, diperlukan tools untuk mengubah informasi yang didapat dari media sosial menjadi data. Tools dari GDILab.com yaitu www.analytics.gdilab.com, hadir sebagai solusi untuk mengubah informasi di media sosial menjadi data yang bermanfaat untuk dijadikan insight dalam pengembangan strategi bisnis.

Kesimpulannya, memenangkan pemasaran melalui media sosial bukan dengan cara menggunakan lebih banyak lagi kanal media sosial yang ada, namun dengan membuat strategi-strategi yang cerdas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *