Menghindari Kekecewaan Dalam Memasarkan Produk

Sumber: www.neilpatel.com

Melihat jumlah pengguna media sosial yang begitu besar di Indonesia, pelaku bisnis berpikiran bahwa memasarkan produk di media sosial adalah sesuatu yang akan cepat memberikan dampak baik bagi penjualan produk. Kenyataannya, melakukan pemasaran di media sosial tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Meski dianggap jalur paling praktis untuk menjangkau audiens dalam sekejap, memasarkan produk di media sosial belum juga dapat menarik simpati masyarakat. Penjualan produk belum meningkat secara signifikan, padahal kita sudah rutin mempromosikan produk kita. Sebelum makin kecewa dan menyerah, coba untuk mengidentifikasi penyebab dari kegagalan tersebut.

Tidak Hanya Menarik, Namun Juga Relevan

Sudah barang tentu bahwa tujuan orang mengakses media sosial bukanlah untuk membeli suatu produk, melainkan membaca berita terkini atau mendapatkan kabar dari orang-orang terdekat. Sehingga, alih-alih berjualan, pelaku bisnis sebaiknya berfokus menciptakan konten yang mampu merebut perhatian audiens sehingga mereka dengan sukarela membagikan ulang konten tersebut.

Akan tetapi, perlu diingat bahwa konten yang baik tidak hanya menarik namun juga relevan dengan produk. Jika tidak relevan, besar kemungkinan mereka yang menyukai konten Anda tidak tertarik dengan produk Anda. Strategi yang bisa Anda terapkan adalah mengangkat isu terkini yang sedang hangat diperbincangkan, lalu dikaitkan dengan keunggulan produk Anda.

Berpromosi Tanpa Berinteraksi, Untuk Apa?

Esensi dari memiliki akun media sosial adalah adanya interaksi. Pastikan interaksi dengan calon konsumen terjalin dengan sebaik-baiknya, termasuk merespon komplain atau keluhan yang dilayangkan ke akun media sosial brand. Dengan menjawab pertanyaan dari masyarakat seputar produk atau layanan, sejumlah manfaat yang lebih besar justru bisa Anda terima, seperti reputasi yang baik dan meningkatnya loyalitas konsumen.

Mengabaikan Pemantauan dan Analisa

Mungkin selama ini Anda menciptakan konten berdasarkan asumsi bahwa audiens akan menyukai konten tersebut. Padahal, yang terjadi bisa saja sebaliknya. Merancang strategi pemasaran yang akurat bisa diwujudkan dengan melakukan pemantauan dan analisa mengenai apa yang diperbincangkan masyarakat mengenai industri bisnis Anda di media sosial. Seperti yang kita ketahui, media sosial adalah wadah masyarakat menyalurkan pemikiran mengenai berbagai topik secara jujur, sehingga pelaku bisnis dapat menciptakan peluang dari sana.

Sebaiknya tidak menyerah terlalu dini bila pemasaran di media sosial tidak membawa hasil sesuai harapan. Dengan menerapkan hal-hal di atas, niscaya media sosial memberikan dampak baik bagi penjualan produk.

 

* Artikel ini telah dipublikasikan di majalah Market+ edisi September 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *