Isu Naiknya Harga Rokok: Pantauan Melalui GDIAnalytics

infografis rokok

 

Isu kenaikan harga rokok menimbulkan perbincangan dan perdebatan di media sosial Twitter. Wacana naiknya harga rokok per bungkus hingga Rp50.000 berawal dari Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang melakukan pengkajian mengenai dukungan publik terhadap naiknya harga rokok dan cukai untuk mendanai Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melihat fenomena tersebut, tim GDILab memantau kicauan netizen Twitter mengenai isu naiknya harga rokok pada periode 17-23 Agustus 2016 menggunakan GDIAnalytics. Dari pantauan tersebut terlihat bahwa ada sebanyak 32,246 posts yang dihasilkan dari 18,661 contributors. Sementara, exposure yang diperoleh mencapai 431,063,394.

Dari hasil pantauan ini juga, terdapat 53,9% sentimen netral, 28,8% sentimen positif, serta 17,3% sentimen negatif terhadap isu naiknya harga rokok. Dengan reaksi netizen yang bermacam-macam akan desas-desus kenaikan harga rokok, ternyata sentimen positif lebih banyak dibandingkan sentimen negatif.

Sejumlah tokoh publik pun tak lupa untuk turut berkicau mengutarakan pendapat mereka. Sebut saja Ippho Santosa melalui akunnya @ipphoright yang menyumbang 2 posts. Salah satunya ungkapan penolakan harga rokok menjadi Rp50.000. Mengapa? Kurang mahal.

 

Selanjutnya, akun @sudjiwotedjo milik Sudjiwo Tedjo juga berkicau sebanyak 2 posts. Sudjiwo Tedjo berpandangan naiknya harga rokok kelak akan membuat orang yang tetap merokok menjadi sombong.

Turut menyumbang sebanyak 2 posts, Mahfud MD dengan akunnya @mohmahfudmd mengaku bahwa ia tak pernah memperhatikan dan tak tahu harga rokok karena tidak merokok.

 

Generasi muda pengguna Twitter ikut berkontribusi menyuarakan pendapat dan sudut pandang mereka mengenai harga rokok yang diisukan dinaikkan. Kicauan mereka menghasilkan berbagai macam sentimen mulai dari setuju harga rokok dinaikkan untuk mengurangi asap rokok dan menghentikan anak-anak yang merokok, tidak setuju karena mengakibatkan buruh menjadi pengangguran, hingga berpendapat bahwa semahal apapun harga rokok tetap ada yang mau membelinya.

infografis rokok 2

Satu topik yang sama, akan memunculkan reaksi dan opini yang berbeda-beda pada setiap orang. Tak terkecuali dengan isu kenaikan harga rokok ini. Anda sendiri punya tanggapan apa mengenai isu naiknya harga rokok? We want to know.

Kunjungi website GDILab di http://www.gdilab.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *