Kamu suka streaming film atau musik secara ilegal? Mulai dari sekarang, stop kebiasaan ini karena ada bahaya yang siap menanti kamu. Kemungkinan terburuknya adalah terekamnya segala aktivitas di handphone kamu yang berdampak pada pencurian data.

Kalau kamu sering mengakses layanan ilegal ini, kamu pasti tahu jika di situs tersebut memiliki pop-up iklan. Pop-up iklan inilah yang berbahaya, karena bisa mengandung virus. Layanan ilegal sendiri memang mengandalkan pemasukan dari iklan-iklan ini. Perlu diketahui, situs IndoXXI bisa diakses hingga 1 juta pengunjung dalam sehari. Jika 1 pengunjung dihargai Rp 10 oleh pengiklan, maka perusahaan mendapatkan Rp 10 juta per hari.

Dilansir dari katadata, berbagai bahaya yang mengincar dimulai dari malware atau virus hingga ke peretasan data. Seperti yang sudah diungkapkan di atas, pop-up iklan yang merupakan sumber pendapatan bagi situs tersebut bisa mengandung malware atau virus. Tentunya ini berbahaya bagi perangkat yang kita gunakan. Di sisi lain, situs yang mewajibkan para pengguna untuk mengunduh perangkat lunak seperti aplikasi untuk bisa menonton film atau mendengarkan musik juga mengandung malware.

Pratama Persadha, Peneliti Keamanan Siber Communication Information System Security Research Center (CISSReC) mengatakan bahwa malware yang masuk ke ponsel atau PC, peretas bisa merekam dan mengumpulkan kegiatan komputasi kita. Berbagai informasi yang bersifat privacy seperti internet banking, media sosial, email hingga password, bahkan kartu kredit juga bisa diketahui.

Hal ini tentunya berbahaya jika situs streaming ilegal tersebut melakukan grabbing data tanpa adanya informasi, ditambah lagi jika web tersebut juga menularkan malware. Pratama mengatakan bahwa John Hopkins, situs yang menayangkan data kasus positif virus corona di seluruh dunia sempat mengandung malware di awal kehadirannya. Bahkan, peretas juga mencuri data pengguna.

Selain itu, Alfons Tanujaya, Spesialis Keamanan Teknologi Vaksincom mengatakan bahwa menonton film atau mendengarkan musik secara ilegal bisa memuat malware, rootkit atau trojan. Alasan yang membuat layanan ini berbahaya adalah karena melanggar hukum.

Bahaya terparah lainnya adalah ransomware ke perangkat pengguna, karena data-data terenkripsi bisa dicuri. Hal ini bisa terjadi karena pengguna tidak sadar telah mengunduh Potentially Unwanted Application (PUA) atau program yang mengandung malware atau virus dari situs ilegal tersebut. Jika pengguna menekan tombol setuju pada pop-up yang muncul, secara tidak langsung PUA terunduh. Akibatnya? Akan menyebabkan kebocoran data.

Jadi, masih yakin mau nonton film atau dengerin musik secara ilegal?

 

*ilustrasi: katadata