Sebanyak 24 startup di Indonesia mendapatkan pendanaan pada awal tahun ini, meski kondisi saat ini tengah dipenuhi kekhawatiran dengan adanya pandemi Covid-19. Beberapa perusahaan rintisan yang memperoleh pendanaan ini diisi oleh berbagai industri, seperti transportasi online, bimbingan belajar online hingga F&B. Apa saja daftar 24 startup tersebut? Berikut daftarnya dilansir dari katadata.com:

  1. Pintek, startup fintech mendapatkan pendanaan tahap awal (seed stage) dari modal ventura Amerika Serikat, Accion Venture Lab.
  2. Kopi Kenangan, mendapatkan pendanaan seri B senilai US$ 109 juta atau sekitar Rp 1,62 triliun pada pekan lalu (12/5).
  3. Dekoruma, marketplace furniture menutup putaran pendanaan pra-seri C dengan jumlah yang tidak disebutkan. Dilansir dari Tech In Asia, beberapa investor yang bergabung pada pendanaan ini adalah InterVest Star SEA Growth Fund 1, Foundamental, OCBC NISP Ventura dan Skystar.
  4. Klikdaily, startup rantai pasok mendapatkan pendanaan seri A yang dipimpin oleh Global Founders Capital.
  5. PasarPolis, startup asuransi yang mendapat pertimbangan investasi ekuitas dari International Finance Corporation (IFC) dengan nilai yang diusulkan sebesar US$ 5 juta dalam bentuk saham preferen.
  6. Gudang Ada, startup di bidang Fast Moving Consumer Goods (FMCG) mendapatkan pendanaan seri A yang dipimpin oleh Sequoia India dan Alpha JWC Ventures serta diikuti oleh Wavemaker Partners. Jumlah pendanaan yang diberikan sebesar US$ 25,4 juta atau sekitar Rp 372 miliar pada awal Mei (6/5).
  7. Eduka System, startup pendidikan mendapatkan investasi dari Init 6, perusahaan investasi yang didirikan oleh Founder & former CEO Bukalapak, Achmad Zaky yang berfokus memberikan pendanaan tahap awal.
  8. Qoala, startup insurtech mendapatkan pendanaan seri A US$ 13,5 juta atau sekitar Rp 209 miliar pada akhir April (28/4) yang dipimpin oleh Centauri Fund, perusahaan joint venture dari Kookmin, Bank asal Korea Selatan dan Telkom Indonesia. Investor baru yang terlibat yakni Sequoia India, Flourish Ventures, Kookmin Bank Investments, Mirae Asset Venture Investment dan Mirae Asset Sekuritas. Beberapa pemodal terdahulu juga kembali terlibat, seperti Central Capital Ventura dari Bank Central Asia (BCA), MDI Ventures, Surge, MassMutual Ventures Southeast Asia dan SeedPlus.
  9. CoLearn, mendapatkan dana segar dari Sequoia India sebesar US$ 1 juta hingga US$ 2 juta atau sekitar Rp 14,5-Rp 30,9 miliar.
  10. Investree, fintech lending mendapatkan pendanaan seri C sebesar US$ 23,5 juta atau sekitar Rp 379,3 miliar pada awal April (8/4) yang dipimpin oleh investor asal Jepang MUFG Innovation Partners (MUIP) dan BRI Ventures. Investor terdahulu juga kembali berpartisipasi, yakni 9F Fintech Holdings Group China dan SBI Holdings Jepang.
  11. Rara, startup logistik mendapatkan pendanaan tahap awal US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 19,7 miliar yang dipimpin oleh modal venture asal Amerika Serikat, 500 Startups dan AngelCentral, modal ventura yang berbasis di Singapura.
  12. BukuWarung, startup penyedia aplikasi pembukuan untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mendapatkan investasi tahap awal yang dipimpin oleh East Ventures dan investor lain seperti AC Ventures, Golden Gate Ventures, Tanglin Venture Partners dan Michael Sampoerna. Angel investor lain seperti Grab, Gojek, Flipkart, PayPal, Xendit, Rapyd, Alterra dan Zen Rooms juga terlibat dalam pendanaan ini.
  13. TaniHub Group, startup bidang pertanian mendapatkan pendaan seri A US$ 17 Juta atau sekitar Rp 283 miliar pada awal April (1/4) yang dipimpin oleh Openspace Ventures dan Intudo Ventures serta investor lain seperti UOB Venture Management, Vertex Ventures, BRI Ventures, Tenaya Capital dan Golden Gate Ventures.
  14. Gojek, mendapatkan investasi US$ 1,2 miliar atau sekitar Rp 18 triliun pada pertengahan Maret (17/3). Dengan ini, Gojek telah mendapatkan pendanaan seri F hampir US$ 3 miliar.

Selain itu, beberapa startup lain yang mendapatkan pendanaan adalah Waste4Change, Printerous, Greenly, Zenius, Hukum Online, Hacktiv8, Moladin, Waresix, Svara dan Ruangguru yang memperoleh pendanaan pada Januari dan Februari lalu.

Pendanaan ini tentu menjadi angin segar setelah sebelumnya perusahaan riset Genome memperkirakan startup akan kehilangan potensi investasi US$ 28 miliar atau sekitar Rp 463 triliun pada awal tahun akibat pandemi Covid-19. Hal ini disebabkan bisnis sejumlah startup akan terkena dampak signifikan dari pandemi Covid-19. Seperti di Tiongkok, kesepakatan modal ventura untuk memberikan pendanaan kepada startup terkontraksi 50-57 poin selama dua bulan. Tentunya hal ini berdampak secara global, karena investor menanamkan modal ke banyak negara.