Hindari Kesalahan Ini Saat Posting di Media Sosial

Hindari Kesalahan Ini Saat Posting di Media Sosial

 

Tujuan media sosial adalah untuk membangun brand awareness. Lalu menciptakan audiens untuk brand anda dan mendorong untuk penjualan serta pendapatan. Konten yang dihadirkan tentunya berpengaruh terhadap poin yang dijabarkan tersebut. Sehingga, perlu diperhatikan dan tentunya dihindari berbagai kesalahan saat anda posting konten di media sosial. Lalu apa saja kesalahan yang harus anda hindari? Berikut penjelasannya dilansir dari Entrepreneur.com:

  1. Menggunakan Stok Foto

Platform media sosial adalah cara bagi anda untuk menarik konsumen baru dan terhubung dengan konsumen sebelumnya. Menggunakan stok foto membuat konten anda terlalu memberi kesan promosi. Perbarui konten foto di media sosial anda agar menarik perhatian audiens.

  1. Terlalu Banyak Menggunakan Hashtag

Hashtag merupakan salah satu strategi yang digunakan untuk membantu meningkatkan penemuan konten di media sosial. Namun, berhati-hatilah saat menggunakan hashtag dan jangan berlebihan. Terlalu banyak menggunakan hashtag akan terlihat spamming dan menggangu. Buffer menyarankan untuk menggunakan satu atau dua hashtag di Twitter dan sebelas hashtag di Instagram dalam satu kali post untuk engagement terbaik. Buffer juga mencatat posting di Facebook tanpa hashtag lebih unggul daripada yang menggunakan hashtag.

  1. Kesalahan Tata Bahasa

Kesalahan dalam penggunaan tata bahasa akan berpengaruh pada konten yang anda sajikan. Pastikan untuk selalu cek ulang terhadap konten yang akan anda post.

  1. Menyuarakan Pendapat Pribadi

Ingat bahwa bukan anda satu-satunya orang yang akan membaca apa yang akan anda post. Maka dari itu, dilarang untuk mendiskusikan hal-hal berbau agama atau politik di media sosial. Hindari pendapat pribadi yang bisa menimbulkan kontroversi.

  1. Posting Konten yang Tidak Relevan

Salah satu kesalahan terbesar lainnya adalah dengan posting konten yang tidak relevan dengan industri bisnis yang dihadirkan. Jangan tergiur untuk posting konten yang terfokus pada kejadian terkini atau yang sedang viral, padahal konten tersebut tidak cocok dengan brand anda. Berharap akan mendapatkan keterlibatan atau pengikut baru, hal ini bukanlah strategi yang dapat ditiru. Posting konten yang berhubungan langsung dengan bisnis atau industri anda.