GDILab Analytics Mampu Tarik Data Tweet 280 Karakter Untuk Tingkatkan Brand Analysis

Tingginya aktivitas, jangkauan yang luas, serta banyaknya percakapan setiap harinya inilah yang menjadikan media sosial khususnya Twitter sebagai sebuah BIG DATA yang dapat dimanfaatkan bagi para brand owner maupun perusahaan untuk melakukan analisa terhadap performa dan sentimen masyarakat terhadap brand. Tidak hanya itu, data juga dapat menjadi kunci bagi brand owner maupun perusahaan dalam mengembangkan produk atau jasa berdasarkan preferensi masyarakat di media sosial Twitter.

Mempertimbangkan hal tersebut, pengumuman pihak Twitter untuk memberikan kebebasan berekspresi yang lebih luas bagi para pengguna pada September 2017 melalui penambahan karakter dalam melakukan tweet yaitu menjadi 280 karakter atau dua kali lipat dari jumlah karakter sebelumnya. Hal ini mendapatkan sambutan gembira dari para brand owner maupun pihak perusahaan.

Bertambahnya jumlah karakter tersebut semakin membuka peluang bagi pengguna Twitter untuk dapat memberikan informasi yang lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan sebelumnya. Berbagai informasi di media sosial Twitter tersebut nantinya dapat dimanfaatkan para brand owner maupun pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan suatu kebijakan ataupun melakukan aksi korporasi.

Menanggapi kebutuhan tersebut, kini, GDILab telah berhasil melakukan penyesuaian terhadap sistem teknologi yang telah dikembangkannya melalui GDILab Analytics. Sistem tersebut mampu melakukan penarikan data tweet dengan 280 karakter di Twitter.

Tampilan twit 280 karakter dari Dashboard Analytics GDILab

Tentu saja, hal ini sebagai bentuk upaya GDILab untuk menunjukkan komitmennya sebagai sebuah perusahaan berbasis teknologi digital yang terus mengembangkan dan mengikuti perkembangan teknologi serta untuk memenuhi kebutuhan para pemilik brand maupun perusahaan terhadap tingkat akurasi dan ketepatan data yang diambil melalui media sosial khususnya Twitter.

Dengan semakin banyaknya informasi dan kelengkapan data tweet yang dapat ditarik melalui media sosial Twitter tersebut, GDILab Analytics dapat melakukan data analysis yang lebih akurat dan lebih tepat serta dapat memberikan insight bagi para brand owner maupun perusahaan dalam mendukung berbagai kebijakan dan aksi korporasi.


GDILab merupakan perusahaan start-up berbasis digital teknologi yang telah berdiri sejak Desember 2013 silam dan menjadi perusahaan Indonesia pertama yang mampu menyediakan layanan Software as a Service (SaaS) yang difokuskan untuk menarik data melalui platform media sosial yaitu Twitter, Facebook, dan Instagram.

GDILab telah mengembangkan teknologi pintar “LEAP” (Listen Engage Analyze Predict) yang merupakan tulang punggung seluruh produk analitik digital yang dibuat dan dipasarkan oleh GDILab, dan kini telah dipakai oleh berbagai perusahaan dan brand besar maupun ratusan UMKM di Indonesia. GDILab telah melakukan strategic exclusive partnership dengan sebuah perusahaan analitik gambar dan suara yang berbasis di Thailand, Digital Associates, Co. Ltd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *