Tips dan Trik Memperpanjang Umur Content

Di zaman millenial, media sosial merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan apapun yang ada di dalam pikiran, mulai dari ide, kritik, saran, dan hal lainnya. Sebut saja Twitter, pergerakan feeds di Twitter membuat content yang berada di Twitter tidak bisa bertahan lama karena akan tergeser dengan content-content terbaru. Semakin lama content Anda, maka semakin kecil kemungkinan content Anda terlihat oleh calon konsumen. Agar content yang sudah dibuat tidak sia-sia dan dapat dijangkau oleh konsumen, Anda perlu mengikuti beberapa trik berikut ini:

1. Sebarkan Beberapa Kali

Tak ada salahnya untuk menyebarkan content yang Anda buat melalui akun yang sama beberapa kali. Mungkin sebagian berpendapat bahwa menyebarkan content yang sama berulang-ulang akan menjadikannya sebagai spam. Namun hal ini tidak akan terjadi apabila cara penyebarannya divariasikan mulai dari menulis ulang judul pada postingan, menampilkan data, hingga menggunakan quotes dari para influencer yang terkait. Selain itu, Anda juga dapat membuat jeda dua minggu dari postingan yang pertama kali.

2. Menguatkan Content Secara Organik

Hanya dengan menyebarkan beberapa kali di media sosial tidak langsung menjadikan content Anda mencuri perhatian para konsumen. Sebaliknya, Anda harus konsisten untuk menerbitkan contentcontent baru dan terus mempromosikannya.

3. Gunakan Analytic Tools untuk Mendapatkan Insight

Dalam mengukur keberhasilan sebuah content di media sosial, Anda dapat menggunakan analytics tools yang berfungsi untuk mendapatkan insight terkait content yang disebarkan, misalnya jenis content apa yang paling disukai dan tidak disukai hingga waktu-waktu terbaik untuk mulai menyebarkan content sehingga akan meminimalisir trial and error. Jika Anda bingung memilih tools-nya, analytics.gdilab.com dari gdilab.com hadir sebagai solusi untuk para pebisnis pemula seperti UKM atau startup.

Perkembangan yang sangat dinamis di media sosial menuntut para pebisnis untuk jeli dalam memilih content dan medium untuk menyebarkannya. Untuk itu, tidak ada salahnya Anda menerapkan tiga cara di atas agar content yang Anda sebarkan dapat berumur lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *