Membesarkan Perusahaan vs Membesarkan Anak

Membangun perusahaan itu sama seperti membesarkan bayi kita sendiri. Sebagai orangtua tentunya kita ingin yang terbaik untuk anak kita. Mendidik dan membesarkan anak itu gampang-gampang susah, karakter setiap anak berbeda, karakter setiap orangtua itu berbeda. Tapi tujuannya sama, semua ingin yang terbaik untuk anaknya. Hal yang sama saya rasakan di GDILab dan yang sekarang sudah berkembang menjadi 2 perusahaan dengan GNEWS berdiri sendiri. Berikut sedikit sharing saya..

Di awal berdirinya perusahaan, kita memperlakukan perusahaan sama seperti bayi yang baru lahir. Kita gak memberikan makanan seperti nasi dan lauk pauk ke newborn baby kan? Begitu juga perusahaan, kita menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para personel company. Pada awal berdiri GDILab, kami terutama saya dimentori oleh managing partner Billy Boen yang juga seorang yang mempunyai prestasi serta ilmu dalam management dan brand. Beliau melakukan knowledge transfer selama setahun kepada kami tentang bagaimana etika bekerja, profesionalisme, dan sebagainya. I think we’re very lucky to have these kind of mentoring.. Ada juga waktunya disaat anak mencapai prestasi sendiri misalnya seperti anak saya Iris yang tadi siang tepat berusia 6 bulan dan mulai makan makanan campuran selain ASI ekslusif. Bagi saya dan istri ini hal yang perlu dirayakan dan diberikan apresiasi bagi anak saya. Begitupun di perusahaan apabila mencapai prestasi tertentu, kita akan merayakan bersama dengan para personel di perusahaan. Sewaktu kami menyelesaikan satu produk atau penambahan klien, kami merayakan kecil-kecilan di kantor atau dengan karaoke fun night di family karaoke.

Celebrate little things we have…

Sama halnya dengan para orangtua yang memasuki dunia baru dimana mereka harus belajar banyak tentang do’s & dont’s parenting dan pernak perniknya, seorang CEO juga harus belajar banyak tentang bagaimana cara mengembangkan perusahaan dan mencari mentor, advisor, ataupun coach untuk dapat lebih maju lagi. Saya dan istri belajar dan rajin bertanya ke orang yang lebih berpengalaman tentang bagaimana mengasuh dan membesarkan bayi. Di GDILab dan GNEWS pun sekali lagi saya beruntung bisa dipertemukan dengan beberapa orang yang menjadi mentor saya dalam beberapa bidang, selain Billy Boen yang memberikan mentoring tentang management, juga ada Ricky Setiawan yang memberikan mentoring tentang leadership, saya juga belajar banyak dengan Ade untuk masalah growth hacking. Ditambah dengan masuknya Ariadi Anaya sebagai Boards of Advisors di GNEWS sekaligus menjadi mentor saya juga membuat saya tidak bisa lebih merasa beruntung lagi bisa mendapatkan pengajaran dari orang-orang hebat dan berprestasi di bidangnya.

Sering dengar kisah tentang anak kurang ajar? Anak salah asuh? Begitu juga dengan perusahaan, banyak juga yang salah asuh, salah arah, akhirnya salah semuanya. Mungkin di awalnya didirikan dengan tujuan yang baik, namun dalam perjalanannya ada distorsi-distorsi yang menyebabkan melencengnya arah perjalanan. Hal seperti ini yang harus dijaga oleh para orangtua dan CEO.

Sejalan dengan waktu, si anak akan menjadi dewasa dan orangtua akan dapat (baca: harus) untuk mendelegasikan beberapa hal penting untuk si anak dapat mengambil keputusan, inisiatif, dan mengerjakan sendiri. Begitu juga di perusahaan, CEO harus bisa mendelegasikan banyak hal ke personel lainnya selain menghindari micro-managing juga memberikan kesempatan kepada yang lain untuk mengembangkan diri dan mengemban kepercayaan. Hal yang sama kami terapkan di GDILab dan GNEWS, pada prinsipnya semua orang di perusahaan harus berkembang dan dapat menjalankan tanggung jawab yang lebih besar lagi.

Trust is earned not given..

Bottom point: orangtua atau para top management terutama CEO di perusahaan wajib memperbesar kapasitas diri, scale up kemampuan apapun yang sudah mereka punyai supaya tahu dan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang terbaik. Karena pemimpin adalah si penentu arah, apabila pemimpin/orangtua melenceng, maka bisa dipastikan yang mereka pimpin juga akan melenceng dengan efektif.

Expand your capacity…

Tabik,

Yopie Suryadi, CEO, GNEWS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *